Bagaimana Cerdas mengelola belanja tahunan?

Bagaimana Cerdas mengelola belanja tahunan? Sebelumnya telah kami singgung perihal belanja rutin di edisi yang lalu dan kali ini tiba saatnya kita mengupas tuntas belanja tahunan. Memasuki kuartal kedua tahun ini saya rasa masih relevan bagi kita untuk mengevaluasi manajemen belanja tahunan.


Kiat utama dari KC123 untuk belanja tahun-an adalah untuk pengeluaran yang sifatnya tahunan, gunakan pendapatan yang datangnya ju-ga tahunan seperti tunjangan hari raya (THR) atau bonus, kecuali pola pendapatan seseorang atau rumah tangga tidak tetap sifatnya maka perlu dicicil secara periodik dan disiplin.



Saya coba membantu Anda menguraikan apa saja kiranya pengeluaran 'musiman' ini, sebagai berikut:

Pembayaran pajak, seperti PBB (pajak bumi dan bangunan) dan PKB (pajak kendaraan bermotor) yang sifatnya bukan witholding tax seperti pendapatan gaji dari kantor yang pajaknya sudah dikurangkan terlebih dahulu oleh pemberi kerja.

Bagi saudara-saudari yang pedagang, nelayan, petani, dan pekerja lepas bidang lainnya bisa mencicil dana untuk alokasi tahunan ini karena pola arus kas yang tidak tetap. Jika Anda hendak membalik nama kendaraan, cicil pula BBN (bea balik nama) kendaraan Anda, jangan sampai terlupa.
Pembayaran premi asuransi, yang sangat disarankan secara tahunan ketimbang membayar polis semesteran, kuartalan, atau bahkan bulanan karena relatif lebih murah. Selain itu, jadikan pula momentum untuk mengevaluasi dengan menambah pertanggungan asuransi manakala anggota keluarga baru hadir atau menambah proteksi asuransi kesehatan karena fasilitas dari kantor saat ini dirasakan kurang.

KeluargaCerdas 123 ingin mengingatkan Anda untuk mempersiapkan setidaknya asuransi kesehatan, jiwa, cacat tetap (dissability), penyakit kritis (critical illness), dan asuransi kerugian untuk memproteksi Anda dan keluarga serta potensi ekonomi yang ada seraya Anda berkarya supaya dapat menabung atau berinvestasi bagi konsumsi pada masa depan. Bagi saudara-saudari yang pendapatannya tidak tetap, kembali kami sarankan untuk mencicil dananya.

Belanja hari raya. Bagi mereka yang bekerja sebagai pegawai swasta atau pemerintah, hari raya ini acuannya adalah Lebaran di mana perusahaan atau pemberi kerja memberikan sejumlah uang tunai dan barang kepada karyawannya.

Banyak kebutuhan muncul di sini, mulai dari sandang hingga pangan bahkan biaya transportasi bersilaturahmi dengan sanak saudara dan rekan, khususnya mereka yang berniat mudik atau sekaligus liburan keluarga.

Ingatlah selalu untuk mengeluarkan biaya atas apa yang diperlukan dan bukan yang diinginkan, apalagi sesuatu yang hendak dibanggakan. Khusus anggaran pangan dan sandang agar tidak berlebihan, tanamkan kepada setiap anggota keluarga tentang konsep makan dan membeli pakaian secukupnya.

Nikmatilah hasil dari kerja keras dan kesibukan Anda sekeluarga, dengan mengambil waktu singkat untuk recharge energi untuk menjalani kehidupan selanjutnya, dengan kegiatan yang positif apakah itu untuk sekadar relaksasi atau mendidik.

Jangan lupakan juga THR untuk pekerja atau karyawan Anda (pengurus rumah tangga, peng-asuh anak, pengasuh orangtua, sopir, tukang kebun, satpam, dan lainnya) bahkan orangtua terkasih dan anggota keluarga lainnya yang membutuhkan dukungan Anda.

Pemeliharaan atau pembelian aset. Apakah itu servis besar tahunan untuk mobil atau motor, renovasi rumah supaya lebih tampak segar dan tidak bocor agar investasi Anda dan saya tetap terawat, hingga membeli kendaraan.

Sejalan dengan pemakaian kendaraan roda empat khususnya akan meningkat kilometernya, nah pada kelipatan 5.000 kilometer dan 10.000 kilometer biasanya diperlukan servis untuk menjaga kondisinya tetap layak jalan dan aman.

Selain itu, sejalan dengan lama kita menghuni rumah kadang muncul bocor atap atau rembesan tembok karena faktor usia pemakaian sehingga diperlukan sedikit banyak renovasi agar tetap nyaman dihuni.

Bagi mereka yang mendapatkan bonus kerja bisa jadi muncul wacana membeli kendaraan baik kendaraan utama ataupun berikutnya, karena kebutuhan mobilitas. KC123 kembali merekomendasikan upaya menabung secara di-siplin setiap bulan bagi mereka yang penghasilannya tidak tetap guna menutupi potensi biaya tahunan untuk pemeliharaan atau pembelian aset ini.

Dengan pendapatan tahunan, banyak hal lain bisa dilakukan. Misalnya menambah tabungan dana darurat, melunasi sebagian atau seluruh saldo utang khususnya utang konsumtif, bahkan membeli properti sebagai investasi, melakukan cost averaging atau switching portofolio saham supaya pemulihan portofolio investasi dapat terjadi, dan lain sebagainya.

Saya mau katakan kalau dalam soal uang apa yang relevan bagi orangtua juga relevan bagi anak. Aplikasinya bagaimana untuk generasi penerus? Itu mestinya ada di benak Anda dan saya yang berkepentingan menularkan pemahaman manajemen uang sejak dini supaya masa depan anak-anak dan bangsa ini lebih baik lagi.

Pengelolaan uang bagi anak

Anda dapat mencoba mengenalkan pada anak-anak sejumlah topik pengelolaan uang khususnya pengeluaran uang tahunan tersebut, misalnya: Pajak. Kenalkan pada anak yang lebih besar kalau pajak adalah cara untuk berbagi dengan sesama, yang mekanismenya melalui Pemerintah.

Kenapa demikian? Karena uang yang dikumpulkan oleh pemerintah kita termasuk dari perorangan akan digunakan untuk pengentasan kemiskinan, pengembangan infrastruktur, menggaji aparat negara (eksekutif, legislatif, yudikatif) untuk melaksanakan tugas melayani masyarakat.

Intinya pajak adalah mekanisme transfer kemakmuran kepada sesama. Selain pajak yang dibayarkan atas rumah dan kendaraan, dapat juga Anda pertimbangkan pengajaran lewat contoh sederhana seperti membayar pembelian barang di satu toko atau saat kita membayar tagihan makanan di restoran, misalnya, sudah termasuk biaya pajak.

Belanja hari raya. Tiap tahun hari raya bisanya selalu dinanti anak-anak karena disitu bisa bertemu anggota keluarga, ada acara jamuan makan bersama, berbagi hadiah uang dan barang. Ajarkan anak untuk bersyukur terlebih dahulu kepada Tuhan dan membagi hadiah yang diterima dengan orang lain khususnya mereka yang hidup berkekurangan.

Pemeliharaan harta. Anak-anak perlu tahu kalau sejalan dengan waktu dan pemakaian maka kondisi rumah bisa juga 'aus' karena faktor cuaca dan utilisasi, seperti atap rumah misalnya. Nah, diperlukan perawatan supaya kondisi rumah tetap nyaman dihuni.

Atau bisa juga dicontohkan lewat kendaraan yang digunakan keluarga, kalau secara berkala perlu servis supaya tetap laik jalan dan aman berkendara. Janganlah sampai lupa melakukan perawatan dan penting sekali kita tanamkan kesadaran memelihara harta yang dimiliki sehingga bangsa kita kelak tidak dicap sebagai masyarakat yang cuma bisa membangun tetapi tidak bisa merawat.

Bagi Anda pembaca yang budiman, jika Anda freelancer atau tidak mendapat THR/bonus saya ingatkan lagi untuk disiplin mengangsur dari pendapatan yang diterima untuk anggaran pengeluaran tahunan Anda ini. Jangan lupa ada bulan gemuk dan ada bulan kurus, jadi bijaklah mengelolanya dibandingkan dengan pola pengeluaran Anda. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Sumber artikel:  https://web-beta.archive.org/web/20100429153744/http://web.bisnis.com:80/kolom/2id2890.html

Post a Comment

Popular posts from this blog

Exhibition stand designs - best tool for promoting products and services