Fokus Tentukan Tujuan Keuangan

Fokus tentukan tujuan keuangan. Perencanaan keuangan adalah ibarat sebuah perjalanan yang akan membawa Anda dari satu titik finansial menuju titik finansial berikutnya. Tiap titik finansial menandakan seberapa jauh Anda dari tujuan keuangan.


Jika Anda berada di titik finansial Rp1 juta, sementara tujuan keuangan Anda adalah Rp12 juta, jarak Anda adalah Rp11 juta. Makin banyak tujuan keuangan yang tercapai, makin besar akumulasi kekayaan yang Anda hasilkan.

Dari urut-urutan ini dapat Anda lihat penentuan tujuan keuangan dalam perencanaan keuangan adalah dasar-dasar dalam mengaku­mu­lasi kekayaan. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui konsep dari sebuah tujuan keuangan. Nah, jangan merasa terintimidasi dulu dengan istilah ini, walaupun kedengaran­nya rumit tetapi sebenarnya mudah dipahami.


Identifikasi tujuan keuangan

Jika rencana keuangan adalah sebuah peta perjalanan, tujuan keuangan adalah tempat yang Anda tuju. Mencapai tujuan keuangan adalah berusaha menuju suatu kondisi yang Anda inginkan suatu saat nanti di masa depan dengan menggunakan sumber-sumber keuangan Anda.

Jadi tujuan keuangan adalah segala kebutuh­an dan keinginan Anda yang membutuhkan sejumlah uang untuk mewujudkannya. Tujuan keuangan ini bermacam-macam, mulai dari membeli gadget termutakhir sampai memiliki dana pensiun dihari tua.

Hati-hati, Anda akan segera melupakan tujuan keuangan tersebut jika hanya mengingatnya saja di kepala! Identifikasi masing-masing kebutuhan dan keinginan Anda secara terperinci.

Tuliskan di selembar kertas, sebutkan secara spesifik mengenai apa tujuan keuangannya, berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan keuangan itu dan kapan waktu yang diinginkan agar tujuan keuangan itu tercapai. Anda dapat menggunakan contoh identifikasi tujuan keuangan (lihat tabel).

Dengan tabel tersebut, Anda tidak hanya menetapkan tujuan keuangan secara spesifik, tetapi juga memastikan bahwa tujuan keuangan tersebut dapat dicapai dan realistis secara terukur baik dari jumlah dana maupun waktunya. Ini disebut konsep SMART (spesific, measureble, attainable, realistic, time centric) .

Tetapkan prioritas

Antara kebutuhan dan keinginan, mana yang sebaiknya didahulukan? Secara umum orang mengidentifikasi kebutuhan sebagai hal-hal yang harus ada agar sesorang dapat hidup dengan nyaman, misalnya kebutuhan primer seperti sandang, pangan, dan papan (pakai­an, makanan, dan rumah).

Sementara itu, keinginan adalah hal-hal yang tidak harus ada, tetapi menyenangkan untuk dimiliki. Pertanyaan ini agak dilematis mengingat bahwa perbedaan antara keduanya terkadang sangat tipis.
Kemajuan teknologi di berbagai bidang dan peningkatan ekonomi telah menyebabkan pergeseran nilai-nilai kehidupan dan gaya hidup orang. Tingkat konsumsi pun meningkat, sehingga apa yang dulu dianggap tidak harus dimiliki, kini orang merasa harus memilikinya. Kecenderungan ini juga memengaruhi orang dalam menentukan tujuan keuangan.

Yang perlu dipahami adalah bahwa beberapa tujuan keuangan sebaiknya diutamakan karena lebih penting dibandingkan dengan yang lain. Ini mirip dengan kebutuhan dan keinginan tersebut. Karena itu dalam menentukan tujuan keuangan selain harus dilaksanakan secara "SMART" juga perlu ditetapkan prioritasnya. Contoh: memiliki tempat tinggal adalah prioritas, tetapi Anda akan sulit membeli rumah jika tabungan untuk membeli rumah terus menerus terpakai untuk pengeluaran darurat. Karena itu pembentukan dana darurat menjadi prioritas utama sambil Anda menabung untuk membeli rumah.

Anda dapat melihat kembali tabel identifikasi tujuan keuangan di atas. Untuk memudahkan, maka pada tabel tersebut juga telah mengklasifikasikan tujuan keuangan ke dalam tiga kategori, yaitu :

  • Pertama, proteksi dan antisipasi risiko (risk mitigation goals): adalah tujuan keuangan yang diperlukan untuk menyelamatkan keuangan Anda dan keluarga dari berbagai risiko. Proteksi dan antisipasi risiko memiliki rating tinggi dalam prioritas tujuan keuangan.

  • Kedua, kewajiban dan komitmen (responsibilitie & commitmen): adalah tujuan keuangan yang terkait dengan kewajiban dan komitmen seseorang terhadap sesuatu. Contoh : kewajiban pencari nafkah terhadap tanggung­annya, orangtua pada anaknya atau seseorang yang masih muda untuk masa tuanya.

  • Ketiga, aspirasi pribadi (aspirational goals): adalah tujuan keuangan yang lebih merupakan perwujudan dari keinginan pribadi, bukan keharusan.

Tip mencapai tujuan

Akumulasi kekayaan terjadi saat Anda dapat mengelola sumber-sumber keuangan secara efektif. Hal ini dimulai dengan dengan pencapai­an tujuan keuangan yang telah diidentifikasi dalam rencana keuangan.

Namun, agar sukses mencapai tujuan keuangan sesungguhnya bergantung pada kemampuan Anda dalam mengendalikan pengeluaran-pengeluaran. Jika Anda menganut gaya hidup di luar kemampuan finansial, rencana keuangan secanggih apa pun hanya terlihat bagus di atas kertas saja.

Untuk itu buatlah anggaran, yang menjadi panduan Anda dalam menggunakan peng­hasilan dan mengalokasikan pos-pos penge­luaran. Dengan terkendalinya pengeluaran maka Anda dapat menabung secara lebih konsisten dan disiplin.

Pengendalian penge­luaran dan kebiasaan menabung secara rutin pada akhirnya akan menghantarkan Anda pada tujuan-tujuan keuangan.

Oleh: Mike R. Sutikno, di: https://web-beta.archive.org/web/20100504031837/http://web.bisnis.com:80/kolom/2id2897.html
Post a Comment

Popular posts from this blog

Exhibition stand designs - best tool for promoting products and services

Hiring Exhibition Stands for Effective Business Promotion