Habis Uang Terbitlah Uang

Ibu kita Kartini. Putri sejati. Putri Indonesia. Harum namanya.
Ibu kita Kartini. Pendekar bangsa. Pendekar kaumnya. Untuk merdeka. Cuplikan lagu karya WR Supratman di atas sering kita dengar pada saat peringatan hari lahir Raden Ajeng Kartini yang juga memberi inspirasi atas terbitnya buku Habis gelap terbitlah terang yang merupakan buku kumpulan surat RA Kartini dan disusun oleh Multatuli atau Max Havelaar.


RA Kartini merupakan salah satu perempuan pahlawan nasional yang memberi inspirasi bagaimana sebaiknya kaum perempuan melepaskan diri dari diskriminasi dan keterkungkungan.



RA Kartini yang lahir 131 tahun lalu tepatnya pada 21 April berkeinginan dan bertekad untuk memajukan perempuan Indonesia melalui pendidikan. Untuk merealisasikan niatnya, RA Kartini mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya.

Kini lebih dari 1 abad kemudian, kita lanjutkan perjuangan Ibu Kartini. Pelajaran menjahit, menyulam atau memasak dalam konteks kekinian tidak bisa lagi sekadar menjadi pengisi waktu, tetapi merupakan langkah untuk memulai dan mengembangkan usaha bisnis.

Pengusaha hotel Yanti Sukamdani, perancang Obin, pengusaha kosmetik Mooryati Soedibyo sampai anaknya Putri Kuswisnuwardani merupakan contoh perempuan pengusaha zaman sekarang. Langkah-langkah melepaskan diri dari keterkungkungan dan emansipasi seperti diteladankan oleh Ibu Kartini menempatkan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat termasuk dalam kegiatan bisnis.

Dalam konteks pembangunan perekonomian nasional, memajukan kiprah perempuan di dunia bisnis juga merupakan langkah strategis apalagi jumlah perempuan di Indonesia lebih banyak dari jumlah pria. Kiprah perempuan di Indonesia di dunia bisnis juga sangat tepat untuk mendorong kemandirian hidup keluarga Indonesia.

Dengan mendorong perempuan Indonesia untuk berbisnis maka diharapkan semakin berkurang cerita "habis uang terbitlah pertengkaran" yang terjadi di keluarga karena saling mempersalahkan antara suami dan istri kalau kebutuhan hidupnya tidak tercukupi.

Dengan menggunakan inspirasi "habis gelap terbitlah terang", maka kiprah perempuan di bisnis bisa mendorong lahirnya jargon baru "habis uang terbitlah uang". Tentu saja maksudnya, kalau uang belanja habis masih bisa dihasilkan uang dari hasil usaha bisnis.

Mendorong perempuan menjadi salah satu sumber keuangan keluarga melalui pendirian usaha bisnis merupakan hal yang sangat mungkin dilakukan, termasuk bagi keluarga yang selama ini mengandalkan kehidupan keluarga dari pendapatan suami yang bekerja. Tanpa mengganggu kinerja suami, seorang istri atau calon istri bisa membiasakan diri berbisnis. Akan sangat baik kalau pemerintah ikut berperan memfasilitasi tumbuhnya pengusaha perempuan baru. Bagaimana caranya?

Dengan menggunakan konsep The 5 Arrows of New Business Development, proses memulai bisnis baru terdiri atas lima arah bagian yaitu: day dreaming, creative thinking, push the pedal, speeding-up dan looking-up. Dengan ilustrasi lima arah bagian tahapan pengembangan bisnis baru tersebut, maka penumbuhan perempuan pebisnis baru bisa dilakukan sebagai berikut:

Day dreaming

Para perempuan pengusaha, pemerintah, organisasi ibu-ibu atau perempuan dan bahkan organisasi para suami bisa memberi inspirasi bagi lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari kalangan perempuan.
Meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membangun kemandirian perempuan bisa menjadi "dreaming" untuk mendorong bertambahnya pengusaha perempuan baru. Penyelenggaraan acara pertemuan dialog, program televisi dan pelatihan berbisnis bisa menjadi sarana untuk day dreaming.

Creative thinking

Ekonomi kreatif yang sekarang sedang marak dan digemari oleh 'anak muda' merupakan lahan bisnis yang cocok bagi kalangan pengusaha baru perempuan. Banyak contoh karya seni dan industri kreatif dari kalangan perempuan termasuk busana muslimah Shafira, disainer Obin dll. Sekarang "kreatifitas" menjadi kata kunci untuk bisnis apapun, dan semestinya kaum perempuan bisa berperan banyak di aspek penting ini.

Push the pedal

Mendorong kaum perempuan untuk semakin banyak berbisnis sesungguhnya tidak serumit yang dikhawatirkan banyak pihak. Bahkan bisa dianalogikan dengan 'menggowes pedal sepeda' atau push the pedal. Bukan waktunya lagi untuk berdebat apakah perempuan sebaiknya berbisnis. Lebih baik push the pedal, dan kita mulai mendorong semakin banyak perempuan yang berbisnis. Toh tidak semua perempuan akan tertarik untuk berbisnis.

Speeding-up

Mustika Ratu dengan produk kosmetik dan jamu atau Shafira yang bergerak di usaha busana muslimah merupakan contoh-contoh perusahaan yang digerakkan oleh perempuan. Potensi pasar konsumen perempuan yang merupakan pasar sasaran Mustika Ratu dan Shafira juga sedang tumbuh pesat.

Maknanya, para perempuan pengusaha yang sudah ada di bisnis sedang punya kesempatan untuk memperbesar bisnisnya. Sekaranglah waktu mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha besar dari kalangan perempuan.

Looking-up

Memang ada kendala yang dihadapi oleh pengusaha perempuan termasuk upaya mendorong bertambahnya pengusaha perempuan. Salah satu di antaranya adalah cara pandang masyarakat termasuk pria dan suami yang sering kali masih menempatkan perempuan sebagai 'penjaga wingking' dengan tugas mengurusi rumah tangga khususnya di dapur dan hal-hal lain yang tidak tampil ke depan.

Namun justru di sinilah tantangannya, dan sudah ditemukan jawabannya oleh Kartini. Sebagai pendobrak diskriminasi dan pelopor emansipasi, Kartini sudah memberi teladan bagaimana semestinya kaum perempuan memainkan peran strategisnya termasuk tentunya dalam kancah bisnis di Indonesia.

Sudah waktunya karya Obin, Shafira, Mustika Ratu dan perempuan pengusaha lainnya dioptimalkan dan ditingkatkan untuk mendorong semakin banyaknya perempuan pengusaha baru yang berhasil.
Kalau berhasil, kita bisa melanjutkan menyanyi lagu Ibu Kita Kartini dengan lebih mantap ".... Wahai ibu kita Kartini. Putri yang mulia. Sungguh besar cita-citanya. Bagi Indonesia...."

Sumber: https://web-beta.archive.org/web/20100429161119/http://web.bisnis.com:80/kolom/2id2874.html
Post a Comment

Popular posts from this blog

Exhibition stand designs - best tool for promoting products and services

Hiring Exhibition Stands for Effective Business Promotion